top of page

IABC Indonesia Soroti Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI: Komunikasi Strategis Berbasis Kemanusiaan

  • Gambar penulis: Hilda Halida
    Hilda Halida
  • 15 Nov 2025
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 10 Des 2025

Foto 1: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Shanti Ruwyastuti  Board Member IABC Indonesia, Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero)
Foto 1: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Shanti Ruwyastuti Board Member IABC Indonesia, Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero)

Jakarta, 8 Desember 2025 - Di tengah percepatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia, menyoroti masa depan kepercayaan publik di era AI yang semakin rentan dengan deepfakes. Pada acara IABC Indonesia Conference and Awards, fokus diskusi menitikberatkan pada komunikasi strategis berbasis kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital.


Foto 2: Catatan dari Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) yang secara resmi membuka Conference 2025 dengan pesan kuat bahwa komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang mampu benar-benar menginspirasi tindakan.
Foto 2: Catatan dari Elvera N. Makki (President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact) yang secara resmi membuka Conference 2025 dengan pesan kuat bahwa komunikasi yang berakar pada kepercayaan, kemanusiaan, dan dampak digital adalah fondasi kepemimpinan yang mampu benar-benar menginspirasi tindakan.

Elvera N. Makki, President IABC Indonesia dan Founder & CEO VMCS Communications and Social ImpactĀ menegaskan bahwa kepercayaan publik kini merupakan mata uang utama kepemimpinan modern, ā€œDalam ekosistem digital, teknologi dapat mempercepat pesan, tetapi hanya kemanusiaan yang dapat memperdalam makna. Di era AI, komunikasi strategis tidak cukup hanya akurat, namun harus empatik, etis, dan berpihak pada hak asasi manusia.ā€


Foto 3: Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.
Foto 3: Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.

Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset (Dikti Saintek) RI menyampaikan keynote speechĀ tentang pentingnya membangun pemikir digital yang berpusat pada manusia, ā€œHoaks merupakan ancaman yang sangat besar dan salah satu yang paling serius di Indonesia. Lebih dari 1.100 pakar dari 136 negara menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu ancaman paling serius saat ini. AI mempermudah pembuatan berita hoaks, dan dalam satu tahun terakhir, penyebaran informasi palsu dengan teknologi AI meningkat hingga 2x lipat dalam satu tahun terakhir,ā€ ungkap Prof. Stella. Terdapat empat alasan mengapa percaya hoaks, yang dijabarkan satu-persatu oleh beliau dalam forum ini, yaitu dilihat dari sisi political partisanship, cognitive reflection, prior knowledge, danĀ heuristic.


ā€œFast-checkingĀ adalah tindakan yang selama ini kita lakukan untuk mengentaskan hoaks. Namun terdapat solusi perilaku yang patut dilakukan, yaitu solusi proaktif ā€œprebunkingā€, accuracy nudge, solusi sistemik wisdom of crowd , dan solusi jangka panjang, yaitu edukasi,ā€ papar Prof. Stella.


Foto 4: Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.
Foto 4: Pemaparan dari keynote speech 2 oleh Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia). Dalam pidatonya, Prof. Stella menekankan pentingnya membentuk pemikir digital yang berpusat pada manusia. Ia menyampaikan bahwa informasi di ruang digital sangat mempengaruhi cara masyarakat memproses pesan, terutama terkait hoaks. Tantangan ini perlu terus diedukasi dan diatasi bersama, dengan mendorong penggunaan riset dan bukti empiris untuk menjawab berbagai persoalan di Indonesia maupun dunia.

Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, yang juga hadir menyampaikan keynote speechĀ menekankan tantangan terbesar komunikasi saat ini adalah framingĀ di ruang digital, ā€œFramingĀ yang dilakukan secara cepat untuk kepentingan engagementĀ di media sosial tanpa verifikasi, mengorbankan banyak pihak, tak hanya politisi dan pejabat publik, namun juga dunia usaha, bahkan hingga UMKM.ā€ Karena itu, ujarnya, kita harus waspada dan sangat berhati-hati dalam merespons dinamika ini.

Foto 5: Pembicara kunci Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang transparan dan mudah dipahami di tengah era misinformasi untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa instan, masyarakat perlu merasa terhubung secara emosional. Karena itu, komunikasi harus disertai data yang akurat, lahir dari empati dan kisah nyata, bukan sekadar angka.
Foto 5: Pembicara kunci Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya komunikasi kesehatan yang transparan dan mudah dipahami di tengah era misinformasi untuk membangun kepercayaan publik. Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa instan, masyarakat perlu merasa terhubung secara emosional. Karena itu, komunikasi harus disertai data yang akurat, lahir dari empati dan kisah nyata, bukan sekadar angka.

Berbicara mengenai humanityĀ atau kemanusiaan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan, RI yang turut hadirĀ sebagai keynote speakerĀ menyatakan, ā€œKomunikasi tidak hanya membutuhkan penyajian data yang akurat, namun dibutuhkan empati dan kisah nyata dari berbagai sumber lapisan masyarakat, terutama bagi yang sedang berjuang di pelosok terpencil Indonesia. Kemampuan mengubah statistik menjadi cerita dan empati, itulah hal yang paling esensial untuk diperankan sektor komunikasi publik, terutama komunikasi digital.ā€


Sementara itu Bank Mandiri melihat penguatan inovasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi ekonomi nasional, "Membangun kepercayaan di era digital dimulai dengan menempatkan kemanusiaan sebagai inti dari setiap inovasi. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam praktik bisnis kami, Bank Mandiri terus berkembang dalam menciptakan dampak digital yang memberdayakan masyarakat, memperkuat komunitas, dan menjaga keberlanjutan masa depan bersama," ujar Senior Vice President Environmental, Social & Governance Bank Mandiri Monica Yoanita Octavia.

Foto 6: Panelis Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel Indonesia (tengah) memaparkan peran penting perusahaan melalui teknologi AI dan digitalisasi di setiap sektor di Indonesia, mulai dari pemerintahan, enterprise, hingga pendidikan
Foto 6: Panelis Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel Indonesia (tengah) memaparkan peran penting perusahaan melalui teknologi AI dan digitalisasi di setiap sektor di Indonesia, mulai dari pemerintahan, enterprise, hingga pendidikan

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility, Telkomsel Indonesia, menekankanĀ ā€œTransformasi digital tidak cukup hanya dengan jaringan yang kuat. Kita memerlukan komunikasi yang bertanggung jawab untuk memastikan setiap langkah menuju keberlanjutan dimengerti, diterima, dan dijaga. Sebagai komunikator, kita membangun kepercayaan yang memungkinkan teknologi memberi dampak positif nyata bagi seluruh bangsa.ā€

Foto 7: Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menegaskan kembali tujuan utama komunikasi, to shine and shield.  Artinya, mempromosikan kisah yang mencerminkan nilai-nilai perusahaan sekaligus menjaga reputasi Danone dengan optimal
Foto 7: Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia menegaskan kembali tujuan utama komunikasi, to shine and shield. Artinya, mempromosikan kisah yang mencerminkan nilai-nilai perusahaan sekaligus menjaga reputasi Danone dengan optimal

Sementara Danone Indonesia berhasil mendefinisikan ulang dampak komunikasi terhadap keberlanjutan bisnis, ā€œRahasia formula komunikasi yang berdampak adalah empati, baik saat melindungi maupun promosi. Di Danone Indonesia, kami berbicara dengan bahasa audiens yang kami tuju, memastikan pemahaman yang membentuk persepsi publik yang positif, dan pada akhirnya, komunikasi yang memperkuat keberlanjutan bisnis,ā€ ujar Arif Mujahidin, Corporate Communication, Danone Indonesia.


Foto 8: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Shanti Ruwyastuti Board Member IABC Indonesia, dan Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) juga sebagai Advisor IABC Indonesia.
Foto 8: Keynote speakers bersama Boards of Directors IABC Indonesia. Dari kiri ke kanan: Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, Founder & CEO VMCS Communications & Social Impact, Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Shanti Ruwyastuti Board Member IABC Indonesia, dan Dwi Fatan Lilyana Direktur SDM dan Umum PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) juga sebagai Advisor IABC Indonesia.

Elvera menutup, ā€œTren komunikasi untuk tahun 2026 adalah menguatkan kepercayaan dengan transparansi, integritas, dan keberanian mengakui keterbatasan. Humanity adalah kompasnya. AI mungkin mempercepat dunia, tetapi hanya humanityĀ yang dapat menstabilkannya. Ke depan, komunikator Indonesia perlu berdiri di garis depan yang menghubungkan data dengan empati, teknologi dengan etika, dan inovasi dengan tanggung jawab sosial.ā€


Ā 
Ā 

PIJAR FOUNDATION

Kantor Jakarta 

Jalan Taman Patra III No.2, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan,  Jakarta 12950

Kantor Yogyakarta

Jalan Gito Gati, Jalan Flamboyan No.21, Rejodani 1, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 55589

NGO Source

Bergabunglah bersama kami dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia dan dunia. Tetap terhubung dengan kami untuk mendapatkan kabar terbaru dan berbagai kesempatan untuk berkontribusi bersama.

Email

  • LinkedIn
  • Instagram

©PIJAR FOUNDATION. SELURUH HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

bottom of page