top of page

Kota Surakarta dan konsorsium filantrofi dorong sanitasi aman lewat program smart sanitation

7 jam yang lalu
4 menit membaca

Pemerintah Kota Surakarta bersama Pijar Foundation, Tahir Foundation, Gates Foundation, Asian Institute of Technology (AIT), serta berbagai mitra lintas sektor, memasang 15 instalasi Smart Sanitation di Surakarta untuk mendukung pengolahan air limbah domestik yang aman digunakan kembali.


SURAKARTA, 30 Oktober 2026 – Akses sanitasi aman di Indonesia baru mencapai 10,16% menurut kajian BAPPENAS dan BPS tahun 2022. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa tantangan sanitasi tidak berhenti pada ketersediaan fasilitas, tetapi bagaimana limbah dikelola agar tidak mencemari sumber air dan membahayakan kesehatan masyarakat. 


Di Surakarta, upaya tersebut diperkuat melalui program Smart Sanitation yang berfokus pada dua tujuan utama, yaitu mengurangi pencemaran lingkungan akibat air limbah domestik dan memungkinkan air hasil olahan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi, seperti penyiraman tanaman dan penghijauan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu melindungi sumber air sekaligus mengurangi penggunaan air tanah untuk kebutuhan yang tidak memerlukan air bersih.


Program ini merupakan inisiatif konsorsium yang melibatkan Pijar Foundation, Gates Foundation, dan Tahir Foundation, bekerja sama dengan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Melalui kolaborasi tersebut, 15 instalasi pengolahan air limbah domestik terpasang di Surakarta. Lokasi tersebut meliputi sekolah, rusunawa, fasilitas publik, dan gedung perkantoran.


Instalasi tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kota Surakarta pada 30 Oktober 2026 di SMP Negeri 4 Surakarta. 


“Tentu ini Smart Sanitasi luar biasa karena kita dalam tantangan global. Bagaimana kelangkaan air ini menjadi solusi. Dan tadi diperbolehkan untuk menduplikasi sistem ini sehingga itu yang diharapkan supaya sanitasi baik di seluruh Kota Solo agar masyarakat mendapat air bersih dan bisa digunakan sesuai standart.” ujar Respati saat menerima Inovasi Smart Sanitation di SMPN 4 Surakarta, Jumat (30/10/2026).


Teknologi Smart Sanitation mengolah air limbah domestik secara terdesentralisasi untuk mengurangi pembuangan limbah yang terkontaminasi organisme patogen ke tanah, saluran air, maupun sungai. Air hasil pengolahan turut memberikan manfaat pada aktivitas sosial ekonomi masyarakat serta mengurangi penggunaan air tanah secara berlebihan. 


Menurut Gates Foundation, pendekatan inovatif yang ditawarkan dalam program ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh Pemerintah Kota Surakarta dan masyarakat. 


“Bagi kami, mendukung kemitraan ini berarti membantu menguji dan membuktikan pendekatan baru, sehingga pemerintah dan mitra lokal memiliki keyakinan untuk melanjutkan penerapannya. Filantropi dapat mengambil risiko pada tahap awal, tetapi dampak jangka panjang hanya dapat terwujud ketika solusi dipimpin dan dikelola oleh pihak lokal, mulai dari pemerintah kota, penyedia layanan, sekolah, hingga masyarakat,” ujar Sakshi Gudwani, WASH Asia Leader, Gates Foundation.


Keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dibutuhkan untuk memastikan inovasi dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, seperti rumah susun, sekolah, dan fasilitas publik, pengelolaan air limbah membutuhkan sistem yang mampu menangani volume penggunaan air sehari-hari. 


“Teknologi saja tidak cukup. Keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat terus dirasakan. Kami mengajak kolaborasi ini dapat terus terjaga kedepannya,” ujar Cazadira Fediva Tamzil, Direktur Eksekutif Pijar Foundation.


Sementara itu, Asian Institute of Technology (AIT) Thailand selaku mitra pengembangan teknologi menyoroti potensi pengolahan air limbah sebagai solusi yang tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali air untuk kebutuhan masyarakat.


“Instalasi Smart Sanitation di Surakarta menunjukkan bahwa cara kita memandang air limbah perlu berubah. Air limbah tidak harus selalu dianggap sebagai masalah. Dengan teknologi yang tepat, air limbah dapat diolah secara aman dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi dan dapat menjadi sumber daya yang bernilai,” ujar Prof. Thammarat Koottatep, Co-Director Global Water & Sanitation Center, Asian Institute of Technology (AIT) Thailand.


Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi kolaborasi ini sebagai investasi menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyakit-penyakit dapat timbul akibat pencemaran.


“Sanitasi aman merupakan fondasi penting bagi pencegahan penyakit berbasis lingkungan, perlindungan kualitas air, dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kita harus bergerak dari sanitasi layak menuju sanitasi aman. Karena sanitasi aman adalah investasi kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” ujar Dr. dr. Then Suyanti, M.M. Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.


Pengalaman Surakarta diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk pengembangan model sanitasi terdesentralisasi di kota-kota lain di Indonesia.


Air Jadi Bagian dari Edukasi Masyarakat

Keberlanjutan sanitasi juga bergantung pada generasi yang menggunakannya. Karena itu, rangkaian serah terima dilanjutkan melalui Townhall Muda for Smart Sanitation di SMPN 4 Surakarta, bertema “Dari Sekolah Adiwiyata untuk Solo Berkelanjutan: Peluncuran Smart Sanitation bagi Generasi Peduli Air dan Lingkungan.”


Keberlanjutan sanitasi juga bergantung pada generasi yang menggunakannya. Karena itu, rangkaian serah terima dilanjutkan melalui Townhall Muda for Smart Sanitation di SMPN 4 Surakarta, bertema “Dari Sekolah Adiwiyata untuk Solo Berkelanjutan: Peluncuran Smart Sanitation bagi Generasi Peduli Air dan Lingkungan.” 


“Di masa depan, emas adalah biru. Smart Sanitation saya yakini menjadi salah satu hal yang fundamental, karena sanitasi yang sehat merupakan kebutuhan penting yang selama ini mungkin belum cukup kita perhatikan,” ujar Respati Achmad Ardianto, Wali Kota Surakarta. 


Di sekolah, Smart Sanitation tidak hanya menjadi fasilitas pengolahan air limbah, tetapi juga media belajar langsung. Siswa diperkenalkan pada pengelolaan dan penggunaan kembali air melalui sesi interaktif, kunjungan instalasi, Papan Komitmen Sekolah Sehat, serta Janji Siswa Peduli Sanitasi dan Lingkungan. 

Melalui sekolah, pengetahuan tentang sanitasi aman diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan. Anak-anak yang hari ini belajar menjaga air dan fasilitas sanitasi adalah generasi yang kelak menentukan bagaimana kota mengelola air, lingkungan, dan kesehatannya.

 
 
New Logo Pijar_Light.png

Bergabunglah dalam misi kami menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia dan dunia. Tetap terhubung untuk pembaruan terbaru dan peluang untuk turut berkontribusi.

NGOsource ED on File Image_edited.png
Wawasan
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Youtube

Email

Panah Lingkaran_Putih.png

Kantor Jakarta 

Jl. Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12960

©PIJAR FOUNDATION. SELURUH HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

KEBIJAKAN PRIVASI

SYARAT DAN KETENTUAN

bottom of page